Bersandar ku pada pundak yang kokoh
Pejamkan mata dan hangat terasa
Alunan suara berdendang penuhi ruang
Jemari menari melintasi pahatan kayu solid
Petikan senar yang kini jadi irama
Kurenggangkan kedua tangan dan kudekap
Berharap tubuh ini tak kan ada jarak
Ukiran senyum yang mampu cairkan suasana
Tatapan yang tak kan mampu marah saat melihatnya
Suara tawa yang mampu ukirkan senyum
Rengekan kecil yang membuat gelak tawa
Jemari panjang yang selalu mengusap pipi dan rambut
Tangan kekar yang sering mendekap tubuh ini
Bibir dengan kumis tipis mengecup kening
Tenang gelisah ini ku ukirkan senyum
Indah saat ku bayangkan sang insan selalu disini
Waktu sering kali curang ketika kita bersama
Ia seolah berlari tuk menarik jarum jam keangka lebih besar
Ia seperti air yang mengalir dengan deras
Memaksa sang mentari pergi tuk digantikan rembulan
Kaitan tangan pada sang jemari
Dengan tatapan rindang yang mampu hilangkan gelisah
Yaahh~ beginilah...
Disampingmu buat pikiran ku selalu melayang
Berjalan menjajakin tempat dimanapun berada
Berangan semua tertuang dalam potret memori
Hingga titik jenuh menyerang
Insan lain selalu menyisip diantara pelukan
Hati terkadang berjalan mencari ruang baru
Rasa yang mulai berjalan bersama angin
Godaan yang selalu merayu tuk ucapkan kata perpisahan
Kata yang mampu memecahkan ruang tanpa sisa
Dikunci sang mulut agar semua tak rusak begitu saja
Inilah peran potret kenangan
Saat potret kembali tuk pandang
Ukiran tawa yang menghangatkan
Mampu lelehkan benteng jenuh yang penuhi ruang
Singkirkan insan yang hanya merenggangkan dekapan
Kenangan tak kan pernah menguap tanpa bekas
Love is know where it will go home..belive it



0 komentar:
Posting Komentar