Harapan yang kini menampar keras
Memupuk segala bibit jarum panas perusak kepercayaan
Kini menjadi akar jadi akar
Akar bibit jarum panas kini berkembang
Akar yang yang tak kan kandas hanya karna pukulan gondam pembunuh alam
Dalam setitik harapan dicerca segala kekecewaan
Itu menjadi saksi jadi saksi
Saksi cermin dalam segala tindakan
Dirimu dirimu
Dalam kala ukiran tawa selalu jadi besi penopang
Besi menyatu dalam blokade sisi kanan dan kiri
Dalam nyata kini hanya besi karat perusak sisi kehidupan
Sang karat penusuk perusak tulang belakang
Mental busuk wahai kau penjilat pantat
Mental busuk wahai mulut dalam lindungan pantat
Mental busuk wahai pantat dalam balutan sempak
Suara teriakan alam bawah sadar mulai berontak
Tak mampu hanya terlelap
Kini sadar kini bangkit
Tak hanya akar yang mulai berkembang
Kini daun kini batang
Bukan diriku jika hanya membisu
Karnamu karnamu
Jangan salahkan diriku
Goresan tinta darah dalam setiap ucapan
Tindakan ..diriku ..semua
Hanya ingin membuatmu jera
Tampilkan rasakan segala logika yang ada
Dirimu hancurkan bagai nikotin dalam manusia
Bahagia ..tertawa ..bersama ..itu semua hanya asa
Kini alam bawah sadar mulai berontak
Mencari blokade perisai tak berkarat
Bagai tugu monas berdiri tegak menantang awan
Buktikan
Tanpamu aku tetap kan bernafas
Lebih lepas
Lebih bebas
Dan akan tetap menjadi yang terkuat
~Nurul Hamidah Pangestu


