Jumat, 05 September 2014

Waktu

Bising memenuhi isi detik waktu
Lantunan melody jazz memenuhi ruang telinga
Bibir dan pipi terpahat keatas
Nuansa sejuk penuhi indra
Hangat sosok insan menemani malam ini
Pejamkan dan rasakan dengan indra
Alunan ...hembusan ...hentakan ...
Sekejap kau hentikan semua
Kau beri sandi seakan ini pelatihan pramuka
Ku ikuti namun ku tak mampu berkata
Awang melayang dengan gelombang
Tuangan yang memaksa tuk tetap tersadar
Gelombang getaran kau kaitkan jari
Oh God...I can't
Getaran es yang berharap adanya matahari
Aliran darah seketika mengalir perlahan
Baitan kalimat berusaha menjelaskan
Namun kau tuntut satu kata
Seperti gangsing yang berputar dikepala
Berangan ini berada dikamar dan memejamkan mata
Kaitan kau jadikan genggaman
Berharap mentari datang lebih cepat
Gerakan kepala jawaban untuk sebuah kata
Es....menjadi es....
Getaran gelombang pasak yang kemudian berhenti
Bongkahan es tegak membisu
Bisu...sepi...sunyi
Alunan berhenti seakan memberi arti
Langkah berjalan berharap ingin cepat menghilang
Rangkulan seolah ingin menenangkan
Hilir angin semebak dimalam ini
Menjadikan bongkahan semakin diam membisu
Rangkaian kata yang tersandat ditenggorokan membuatku bisu
Pahatan bibir yang terlihat sempurna
Namun tetap menembus pecahan didalam sana
Kaitan jari yang mungkin jadi terakhir
Membawa pergi tanpa mampu mendengan simfoni hati
Inilah tadi, tempat yang kuharapkan tadi
Tapi tidak dengan batu es yang kemudian pergi
Pejamkan indra menerawang membayang sang angan
Terasa irisan pedih teringat pahatan bibir terbang
Jari bercemeloteh diatas keyboard tuk tuangkan isi tenggorokan
Itu teks yaa teks...sekedar uraian tulisan
Yang terkadang dibaca namun tak dipahami
Diliat tanpa mampu mengerti
Jari berlari cepat dari satu huruf ke huruf yang lain
Terkadang terhenti karna sadar ini semua tak kan berarti
Tapi tetap coba kutuang yang ku rasa mampu kau hayati
Walau akhir tak kan berganti
Tapi justru semakin meruncing
Terbesit pecahan dibalik ukiran pipi
Itu cukup membuat ku merasakan lebih pedih
Ingin kumiliki segala putaran detik
Akan kuubah tingkah ini
Hingga semua ini tak kan terjadi
Agar kau tak salah tangkap arti
Mentari tak kan terbit dimalam hari
Ia menanti waktu berjalan menjemput
Walau kau gelincirkan sang bulan untuk pergi
Menarik mentari tuk isikan posisi nya itu tak kan mungkin
Waktu suatu hal yang tak kan kembali jika kau ingin
Tak kan hadir jika kau tak mau menanti
READ MORE - Waktu